
Ngawi – MTsN 8 Ngawi sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Gedhen Penerimaan Tamu Penggalang (PTP) pada Jumat–Sabtu, 24–25 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan MTsN 8 Ngawi tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan penuh semangat dan antusias. Kemah ini menjadi salah satu program kepramukaan yang bertujuan menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta mempererat persaudaraan antarsiswa.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat pagi setelah seluruh peserta melaksanakan salat Dhuha berjamaah. Seusai ibadah, para peserta langsung bergerak menuju area perkemahan untuk mendirikan tenda bersama anggota sangga masing-masing. Suasana lapangan tampak ramai dengan aktivitas siswa yang saling bekerja sama memasang tenda, menata perlengkapan, dan mempersiapkan tempat bermalam. Kebersamaan yang terjalin sejak awal kegiatan menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang selalu ditanamkan dalam kegiatan Pramuka.
Setelah seluruh tenda berdiri dengan rapi dan peserta beristirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti seluruh peserta, pembina Pramuka, serta dewan guru.
Pembukaan Kemah Gedhen secara resmi dilakukan oleh Bapak Suratno yang mewakili Kepala MTsN 8 Ngawi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Madrasah yang berhalangan hadir pada pembukaan kegiatan. Dalam amanatnya, Bapak Suratno mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kedisiplinan, menaati peraturan, serta memanfaatkan kemah sebagai sarana belajar di alam terbuka.
“Melalui kegiatan kepramukaan seperti ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan orang lain,” ungkapnya di hadapan seluruh peserta.
Memasuki malam hari, suasana kemah semakin meriah dengan digelarnya pentas seni. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan peserta. Setiap regu menampilkan berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan sebelumnya, mulai dari menyanyi, tari tradisional, pembacaan puisi, drama pendek, hingga berbagai atraksi kreativitas lainnya. Penampilan demi penampilan berhasil menghibur seluruh peserta dan pembina yang hadir.
Pentas seni tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, dan melatih kemampuan tampil di depan umum. Gelak tawa, tepuk tangan, serta sorak semangat dari para penonton semakin menambah semarak malam keakraban di bumi perkemahan MTsN 8 Ngawi.
Memasuki Sabtu dini hari, seluruh peserta dibangunkan untuk melaksanakan salat Tahajud berjamaah. Kegiatan spiritual ini menjadi salah satu pembiasaan positif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai religius kepada seluruh peserta didik. Setelah melaksanakan salat Tahajud, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta dan pembina.
Suasana pagi yang sejuk dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus membangun karakter siswa yang beriman dan bertakwa. Nilai-nilai spiritual yang dipadukan dengan kegiatan kepramukaan diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Setelah sarapan dan beristirahat sejenak, peserta mengikuti kegiatan penjelajahan di sekitar desa. Dalam kegiatan tersebut, setiap regu ditantang untuk menyelesaikan berbagai pos yang berisi permainan edukatif, ketangkasan, pengetahuan kepramukaan, kerja sama tim, serta pemecahan masalah. Penjelajahan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Selain melatih daya tahan fisik, kegiatan ini juga mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kekompakan antarpeserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama panitia, pembina Pramuka, dewan guru, serta seluruh peserta yang menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab selama mengikuti kemah. Tidak hanya menjadi ajang pembelajaran di luar kelas, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga yang mempererat tali persaudaraan antarsiswa dari berbagai jenjang kelas.
Kemah Gedhen Penerimaan Tamu Penggalang secara resmi ditutup pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 10.00 WIB. Penutupan berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Seluruh peserta tampak mengikuti acara hingga selesai dengan wajah ceria meskipun harus mengakhiri kebersamaan selama dua hari satu malam.
Melalui kegiatan Kemah Gedhen Penerimaan Tamu Penggalang ini, MTsN 8 Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta nilai-nilai keagamaan. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama perkemahan dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.




